SHA-1 fingerprint

Halo para developer, bagaimana kabarnya? Tahun baru tentunya harus punya semangat baru yak. Semangat menciptakan aplikasi-aplikasi android yang tentunya bisa berguna untuk banyak orang. Ditutorial kali ini, saya akan membahas salah satu problem yang sering ditemui oleh para developer dan saya sendiri, ketika menggunakan API dari google, seperti Google Maps, Google Cloud Messaging dan masih banyak lainnya.

Biasanya ketika menggunakan API dari google yang digunakan untuk platform android, dibutuhkan SHA-1 fingerprint. SHA-1 fingerprint itu sebenarnya apa sih? Kasarnya, SHA-1 fingerprint itu kayak kunci, sebagai identitas, kunci ini sudah diencode dengan SHA-1(Sejenis algoritma kalau gak salah). Nah biasanya kunci ini digunakan ketika menggunakan API dari google, sehingga API dari google dapat digunakan sesuai dengan user/developer yang menggunakan aplikasi dengan SHA-1 fingerprint didalamnya saja.

Kita praktekan saja, dengan membuka link berikut: http://console.developers.google.com Berikut adalah screenshot dari laptop saya:

SHA-1 1

Screenshot diatas dalam kondisi sudah login dengan akun gmail dan sudah terdapat project yang telah dibuat. Jika ingin membuat project baru, silahkan ikuti langkah-langkahnya dilink berikut: https://developers.google.com/identity/sign-in/web/devconsole-project

Untuk memulai menggunakan API dari google, klik kotak berwarna biru dengan tulisan “Use Google APIs”, seperti screenshot diatas. Lalu akan muncul tampilan seperti berikut:

SHA-1 2

Terdapat banyak sekali API yang dapat digunakan, ada yang free ataupun ada yang kuota. Beruntungnya API yang sering kita gunakan seperti Google Maps dan Google Cloud Messaging tidak dipungut biaya sama sekali dan tanpa kuota. Untuk tutorial kali ini, kita fokus dalam mendapatkan SHA-1 fingerprint, jadi langsung menuju ke “Credentials” saja. Klik “Credentials” lalu akan muncul tampilan seperti berikut:

SHA-1 3

Klik “New credentials”, lalu pilih “Api key”, setelah itu pilih “Android key”.

SHA-1 4SHA-1 5

Untuk package name, bisa diambil dari project di Android Studio. Untuk SHA-1 certificate fingerprint dapat didapatkan dengan cara berikut(Windows only):

  1. Buka command line
  2. Lalu masuk ke folder dimana file java.exe berada, biasanya berada di ../jdk/bin/, untuk menuju ke halaman yang ingin dituju gunakan perintah cd nama_folder, contoh cd bin, namun jika file java berada dipartisi harddisk lain, gunakan cd /d abjad_partisi, contoh cd /d D:, lalu setelah itu bisa menggunakan command cd nama_folder
  3. Setelah berada didalam folder dimana file java.exe berada, ketik command berikut: keytool -list -v -keystore c:\users\-H-\.android\debug.keystore -alias androiddebugkey -storepass android -keypass android. Anda perlu mengganti lokasi debug.keystore, biasanya letaknya di c:/users/nama_user/.android/
  4. Jika berhasil, maka akan muncul seperti dibawah:SHA-1 6

 

Mudah bukan?

Tips dari saya ketika menggunakan API dari Google, pastikan nama package dan SHA-1 fingerprint sama dengan project yang anda buat. Ketika API tidak berjalan dengan semestinya, di Android Studio akan muncul peringatan di log, yang biasanya masalahnya karena apikey atau SHA-1 fingerprint tidak cocok. Di log tersebut akan muncul android key dan SHA-1 fingerprint yang seharusnya digunakan di google console, jika SHA-1 fingerprint tidak sama antara hasil dari logcat dan command prompt, gunakan yang dari logcat saja.